Jumat, 05 Oktober 2018

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ABAD 21 DAN K 13 


Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat pada abad ini membawa dampak yang sangat signifikan terhadap dunia pendidikan, di mana proses peralihan dari abad industrialisasi ke abad pengetahuan menuntut setiap bidang dalam kehidupan berubah sangat cepat dan harus dapat beradaptasi dengan cepat. Begitu pula dengan pendidikan, karakteristik umum model pembelajaran abad pengetahuan berbeda dengan dengan karakteristik pembelajaran abad industrialisasi. Model praktik pendidikan yang dianggap menguntungkan pada abad industrial, seperti belajar fakta, drill dan praktik, kaidah dan prosedur digantikan dengan belajar dalam konteks dunia nyata, otentik melalui problem dan proyek, inkuiri, discovery, dan invensi dalam praktik abad pengetahuan. Akan tetapi pola belajar yang diterapkan pada masa industrialisasi sudah dianggap tidak cocok lagi di abad pengetahuan, di mana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang begitu pesat, dan teknologi tersebut merupakan katalis penting untuk gerakan menuju metode belajar di abad pengetahuan.

Pada kurikulum 2013 diharapkan dapat diimplementasikanpembelajaran abad 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Adapunpembelajaran abad 21 mencerminkan empat hal. 
1.   Critical Thinking and Problem Solving
2.   Creativity and Innovation
3.   Communication
4.   Collaboration

1.   Communication
Pada karakter ini, peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari  pendidiknya.

Abad 21 adalah abad digital. Komunikasi dilakukan melewati batas wilayah negara dengan menggunakan perangkat teknologi yang semakin canggih. Internet sangat membantu manusia dalam berkomunikasi. Saat ini begitu banyak media sosial yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi. Melalui smartphone yang dimilikinya, dalam hitungan detik, manusia dapat dengan mudah terhubung ke seluruh dunia.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. Sedangkan Wikipedia dinyatakan bahwa komunikasi adalah “suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”.

Komunikasi tidak lepas dari adanya interaksi antara dua pihak. Komunikasi memerlukan seni, harus tahu dengan siapa berkomunikasi, kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi, dan bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Komunikasi bisa dilakukan baik secara lisan, tulisan, atau melalui simbol yang dipahami oleh pihak-pihak yang berkomunikasi. Komunikasi dilakukan pada lingkungan yang beragam, mulai di rumah, sekolah, dan masyarakat. Komunikasi bisa menjadi sarana untuk semakin merekatkan hubungan antar manusia, tetapi sebaliknya bisa menjadi sumber masalah ketika terjadi miskomunikasi atau komunikasi kurang berjalan dengan baik. Penguasaan bahasa menjadi sangat penting dalam berkomunikasi. Komunikasi yang berjalan dengan baik tidak lepas dari adanya penguasaan bahasa yang baik antara komunikator dan komunikan.

Kegiatan pembelajaran merupakan sarana yang sangat strategis untuk melatih dan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, baik komunikasi antara siswa dengan guru, maupun komunikasi antarsesama siswa. Ketika siswa merespon penjelasan guru, bertanya, menjawab pertanyaan, atau menyampaikan pendapat, hal tersebut adalah merupakan sebuah komunikasi.


2.   Collaboration
Pada karakter ini, peserta didik menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain, menempatkan empati pada tempatnya, menghormati perspektif berbeda. Peserta didik juga menjalankan tanggungjawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat, menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain, memaklumi kerancuan.

Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih siswa untuk berkolaborasi dan bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi dan mengendalikan ego serta emosi. Dengan demikian, melalui kolaborasi akan tercipta kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antaranggota.

Sukses bukan hanya dimaknai sebagai sukses individu, tetapi juga sukses bersama, karena pada dasarnya manusia disamping sebagai seorang individu, juga makhluk sosial. Saat ini banyak orang yang cerdas secara intelektual, tetapi kurang mampu bekerja dalam tim, kurang mampu mengendalikan emosi, dan memiliki ego yang tinggi. Hal ini tentunya akan menghambat jalan menuju kesuksesannya, karena menurut hasil penelitian Harvard University, kesuksesan seseorang ditentukan oleh 20% hard skill dan 80% soft skiil. Kolaborasi merupakan gambaran seseorang yang memiliki soft skill yang matang.

3.    Critical Thinking and Problem Solving
Pada karakter ini, peserta didik berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit, memahami interkoneksi antara sistem. Peserta didik juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, peserta didik juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah.

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mewujudkan hal tersebut melalui penerapan pendekatan saintifik (5M), pembelajaran berbasis masalah, penyelesaian masalah, dan pembelajaran berbasis projek.

Guru jangan risih atau merasa terganggu ketika ada siswa yang kritis, banyak bertanya, dan sering mengeluarkan pendapat. Hal tersebut sebagai wujud rasa ingin tahunya yang tinggi. Hal yang perlu dilakukan guru adalah memberikan kesempatan secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab kepada setiap siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan dan membuat refleksi bersama-sama. Pertanyaan-pertanyaan pada level HOTS dan jawaban terbuka pun sebagai bentuk mengakomodasi kemampuan berpikir kritis siswa.


4.     Creativity and Innovation
Pada karakter ini, peserta didik memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain, bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.

Guru perlu membuka ruang kepada siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Kembangkan budaya apresiasi terhadap sekecil apapun peran atau prestasi siswa. Hal ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasinya. Tentu kita ingat dengan Pak Tino Sidin, yang mengisi acara menggambar atau melukis di TVRI sekian tahun silam. Beliau selalu berkata “bagus” terhadap apapun kondisi hasil karya anak-anak didiknya. Hal tersebut perlu dicontoh oleh guru-guru masa kini agar siswa merasa dihargai.

Peran guru hanya sebagai fasilitator dan membimbing setiap siswa dalam belajar, karena pada dasarnya setiap siswa adalah unik. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Howard Gardner bahwa manusia memiliki kecerdasan majemuk. Ada delapan jenis kecerdasan majemuk, yaitu; (1) kecerdasan matematika-logika, (2) kecerdasan bahasa, (3) kecerdasan musikal, (4) kecerdasan kinestetis, (5) kecerdasan visual-spasial, (6) kecerdasan intrapersonal, (7) kecerdasan interpersonal, dan (8) kecerdasan naturalis.
Lalu bagaimana peran sekolah? Peranan sekolah dalam penerapan pembelajaran Abad 21 antara lain: a) Meningkatkan kebijakan & rencana sekolah untuk mengembangkan keterampilan baru; b) Mengembangkan arahan baru kurikulum; c) Melaksanakan strategi pengajaran yang baru dan relevan, dan d) Membentuk kemitraan sekolah di tingkat regional, nasional dan internasional

Bagaimana ciri guru Abad 21 ?  Menurut Ragwan Alaydrus, S.Psisetidaknya ada 7 Karakteristik Guru Abad 21
1.     Life-long learner. Pembelajar seumur hidup. Guru perlu meng-upgrade terus pengetahuannya dengan banyak membaca serta berdiskusi dengan pengajar lain atau bertanya pada para ahli. Tak pernah ada kata puas dengan pengetahuan yang ada, karena zaman terus berubah dan guru wajib up to date agar dapat mendampingi siswa berdasarkan kebutuhan mereka.
2.     Kreatif dan inovatif. Siswa yang kreatif lahir dari guru yang kreatif dan inovatif. Guru diharap mampu memanfaatkan variasi sumber belajar untuk menyusun kegiatan di dalam kelas.
3.     Mengoptimalkan teknologi. Salah satu ciri dari model pembelajaran abad 21 adalah blended learning, gabungan antara metode tatap muka tradisional dan penggunaan digital dan online media. Pada pembelajaran abad 21, teknologi bukan sesuatu yang sifatnya additional, bahkan wajib.
4.     Reflektif. Guru yang reflektif adalah guru yang mampu menggunakan penilaian hasil belajar untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. Guru yang reflektif mengetahui kapan strategi mengajarnya kurang optimal untuk membantu siswa mencapai keberhasilan belajar. Ada berapa guru yang tak pernah peka bahkan setelah mengajar bertahun-tahun bahwa pendekatannya tak cocok dengan gaya belajar siswa. Guru yang reflektif mampu mengoreksi pendekatannya agar cocok dengan kebutuhan siswa, bukan malah terus menyalahkan kemampuan siswa dalam menyerap pembelajaran 
5.     Kolaboratif. Ini adalah salah satu keunikan pembelajaran abad 21. Guru dapat berkolaborasi dengan siswa dalam pembelajaran. Selalu ada mutual respect dan kehangatan sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan. Selain itu guru juga membangun kolaborasi dengan orang tua melalui komunikasi aktif dalam memantau perkembangan anak.
6.     Menerapkan student centered. Ini adalah salah satu kunci dalam pembelajaran kelas kekinian. Dalam hal ini, siswa memiliki peran aktif dalam pembelajaran sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Karenanya, dalam kelas abad 21 metode ceramah tak lagi populer untuk diterapkan karena lebih banyak mengandalkan komunikasi satu arah antara guru dan siswa.
7.     Menerapkan pendekatan diferensiasi. Dalam menerapkan pendekatan ini, guru akan mendesain kelas berdasarkan gaya belajar siswa. pengelompokkan siswa di dalam kelas juga berdasarkan minat serta kemampuannya. Dalam melakukan penilaian guru menerapkan formative assessment dengan menilai siswa secara berkala berdasarkan performanya (tak hanya tes tulis). Tak hanya itu, guru bersama siswa berusaha untuk mengatur kelas agar menjadi lingkungan yang aman dan suportif untuk pembelajaran.

Lalu bagaimana kompetensi siswa pada abad 21 ? Setidaknya ada empat yang harus dimiliki oleh generasi abad 21, yaitu: ways of thingking, ways of working, tools for working and skills for living in the word. Bagaimana seorang pendidik harus mendesain pembelajaran yang akan menghantarkan peserta didik memenuhi kebutuhan abad 21. Berikut kemampuan abad 21 yang harus dimiliki peserta didik, yaitu:
1.   Way of thinking, cara berfikir yaitu beberapa kemampuan berfikir yang harus dikuasai peserta didik untuk menghadapi dunia abad 21. Kemampuan berfikir tersebut diantaranya: kreatif, berfikir kritis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan pembelajar.
2.   Ways of working. kemampuan bagaimana mereka harus bekerja. dengan dunia yang global dan dunia digital. beberapa kemampuan yang harus dikuasai peserta didik adalah communication and collaboration.  Generasi abad 21 harus mampu berkomunikasi dengan baik, dengan menggunakan berbagai metode dan strategi komunikasi. Juga harus mampu berkolaborasi dan bekerja sama dengan individu maupun komunitas dan jaringan. Jaringan komunikasi dan kerjasama ini memamfaatkan berbagai cara, metode dan strategi berbasis ICT. Bagaimana seseorang harus mampu bekerja secara bersama dengan kemampuan yang berbeda-beda.
3.   Tools for working. Seseorang harus memiliki dan menguasai alat untuk bekerja. Penguasaan terhadap Information and communications technology (ICT) and information literacy merupakan sebuah keharusan. Tanpa ICT dan sumber informasi yang berbasis segala sumber akan sulit seseorang mengembangkan pekerjaannya.
4.   Skills for living in the world. kemampuan untuk menjalani kehidupan di abad 21, yaitu: Citizenship, life and career, and personal and social responsibility. Bagaimana peserta didik harus hidup sebagai warga negara, kehidupan dan karir, dan tanggung jawab pribadi dan sosial.

Melalui pembelajaran abad 21, setidanya ada dua keterampilan inti yang harus dkembangkan oleh para para guru yakni: a) Kemampuan menggunakan pengetahuan matematika, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan, Kewarganegaraan dan lainnya untuk menjawab tantangan dunia nyata; dan b) Berpikir kritis dan menyelesaikan masalah, komunikasi dan kerjasama, kreatifitas, kemandirian, dan lainnya.

Refrensi:
Sarifudin,   2017. Pengembangan model pembelajaran abad 21
Dengan menggunakan teknologi web 2.0. Bandung:UPI. 


Dari artikel diatas penulis ingin mengajak diskusi para pembaca sekalian mengenai beberapa persoalan:
1. Apakah sistem pembelajaran di indonesia saat ini sudah sesuai dg tuntutan abad 21?
2. Apakah Kurikulum K 13 sesuai dg sistem pembelajaran 21? 

21 komentar:

  1. Baikalah saya akan menjawab pertanyaan 1. Tentang apakah sistem pembelajaran di Indonesia sudah sesuai dg tuntutan abad ke 21.
    Menurut saya belum sepenuhnya sesuai ataupun tercapai dg tuntutan pembelajaran abad 21, karena masih banyak fasilitas yg belum lengkap, atau belum meratanya sarana prasarana, SDM Pendidik, SDM Peserta didik, dll. Jd belum bs optimal dalam penerapan pembembelajaran yg sesuai dg tuntutan abad 21, yg mengedepankan teknologi

    BalasHapus
    Balasan
    1. sependapat dengan saudari fitri indonesia telah berupaya menerapkan pembelajaran pada abs 21 tapi pada pengimplementasian mungkin belum sepenuhnya terwujud karena masih ada di daerah tertentu yang masih memakai kurikulum lama yang belum mengacu pada tuntuan pembelajran abad 21

      Hapus
  2. Iya terimakasih kepada suadari Fitri atas komentarnya. Memang benar dg alasan failitas dan SDM ataupun SDA setiap sekolah di Indonesia ini yg berbeda bs mengakibatkan tdk optimalnya penerapan sistem pembelajaran 21. Tp SDM pendidik atau guru bs di uprade kemampuan mengajarnya. Guru dituntut harus lbh inovative dalam menyusun model pembalajaran. Ataupun metode yg lebih kreatif ddan menarik sehinggal sedikit demi sedikit bs menyesuaiakna dg tuntutan pada abad 21 ini.

    BalasHapus
  3. Menanggapi pertanyaan no 1 sistem pendidikan saat ini mengarah menuju tuntutan abad ke 21 yaitu mencakup keterampilan berpikir inovatif, menghargai keberagaman budaya, kognitif skill, people skill, kolaborasi, komunikasi, leadership,etika, social responsibility dsb yang terangkum dalam aspek kognitif, apektif dan psikomotorik.

    BalasHapus
  4. Untuk poin 2, tujuan utama k 13, selain pendidikan karakter adalah, pembelajaran berbasis keaktifan siswa, menurut saya konsep k13, sudah sesuai dengan konsep pembelajaran abad 21.

    BalasHapus
  5. Terimakasih temen2 atas tanggapanya..

    BalasHapus
  6. Walaupun masih banyak kekurang pada penerapan K 13, kita sbegai seorang pendidik harus terus berusaha untuk terus mengupdate ilmu kita agar kedepanya pendidikan di Indonesia ini tambah atau semakin maju dan sesuai dg tuntutan zaman terutama pada era abad ke 21 ini.

    BalasHapus
  7. Saya akan menjawab pertanyaan no 1
    Apakah sistem pembelajaran di indonesia saat ini sudah sesuai dg tuntutan abad 21?
    Mnrt saya blm sepenuhnya. Contohnya sprt sekolah yg berada d pedalaman. Tedpt ny kekuranagan sarana dan prasarana.
    Terimakasih

    BalasHapus
  8. menurut saya sistem pembelajaran di Indonesia sedang menuju sistem pembelajaran yang diharapkan pada abad 21

    BalasHapus
  9. Hai Ihkwan
    saya akan mengomentari pertanyaan nomor 1
    menurut saya k 13 sudah sangat tepat sekali dan relevan dengan pemebaljaran abad 21, karena seperti yang kita ketahui bahawa kurikulum 2013 lebih menekankan ada konsep 5M yng dilakukan oleh siswa (saintifik) dan berorientasi sepenhunya pada siswa, guru hanya fasilitator. hal ini sangat sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad 21 saat ini
    terima kasih
    artikelnya santa bagus
    sangat bermanfaat

    BalasHapus
  10. Indonesia maaoh proses dalam pembelajaran abdad 21

    BalasHapus
  11. saya akan menanggapi pertanyaan no 1 tentang sistem pembelajaran di indonesia saat ini sudah sesuai dengan tuntutan abad 21 sedang berjalan menuju perkembangan abad 21.

    BalasHapus
  12. Menurut sy, sistem pembelajaran di indonesia skrg sy rasa sudah memenuhi standar abad 21.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju dengan pernyataan saudri Wilda. Bahwa sistem pembelajaran di Indonesia sudah memenuhi standar abd 21.terima kasih

      Hapus
  13. menurut saya pembelajaran abad 21 belum efisien karena bagi sekolah yang berada di daerah perdalaman belum sepenuhnya memiliki akses internet yang kurang memadai.

    BalasHapus
  14. nomor 2
    Menurut saya kurikulum k13 sudah sesuai dengan pembelajaran abad 21 saat ini.. karena sistem pembelajarannya sudah lebih baik dari sebelumnya dan juga sudah menyesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini.

    BalasHapus
  15. Menurut sya sistem pembelajran di indonesia sedang berjalan menuju abad 21 kenapa krna msh adnya beberpa sekolah yng tekendala oleh sarana dan prasarana yg ad diskolah.

    BalasHapus
  16. Menurut saya sistem pembelajaran di indonesia saat ini sudah sesuai dengan tuntutan abad 21 sedang berjalan menuju perkembangan abad 21.

    BalasHapus
  17. menurut saya sistem pembelajaran diindonesia sudah sesuai dengan tuntutan dan sesuai dengan perkembagan zaman

    BalasHapus
  18. Menurut saya yg terbaik bagi guru selain mendalami it tetapi juga belajar adab dalam ber it. Thnks

    BalasHapus

Asesmen/Penilaian dalam Pembelajaran IPA

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar belakang masalah Setiap kegiatan pastilah memerlukan suatu bentuk penilaian yang tepat, sehin...